Minggu, 24 November 2013

Khalaqoh ke 47 dari terjemah kitab

Khalaqoh ke 47 dari terjemah kitab
 MAFAHIM YAJIBU AN TUSOHHAH
Karangan
 ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI
Imam Ahlus sunnah wal jama'ah abad ke 21



Perbedaan  nisbat  dalam  kata, melahirkan  perbedaan  makna (11)

Dapat diketahui, sesungguhnya makna kata-kata itu jauh luas cakupanya dari pada ungkapan literalnya. Pemahaman itu lebih luas dari pada berjilid-jilid buku atau tulisan. Seandainya kita hanya terpaku pada makna hakiki dari kata-kata, tanpa memperhatikan makna majazi atau kiasan, kita tidak akan dapat membedakan berbagai nash, dan tidak pula dapat mengkompromikanya. Tidakkah anda perhatikan firman Allah SWT tentang Nabi Ibrahim a.s. berbunyi: "Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia"? (Q.S. Ibrahim [14] :36). Apakah anda berpendapat bahwa dengan perkataanya yang seperti itu – seperti dikisahkan oleh Al-Qur'an – Nabi ibrahim a.s. telah menyekutukan Allah dengan benda (berhala)? Allah SWT juga menyatakan: "ibrahim berkata: 'Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat'." (Q.S. Al-Shaffat [37] :95-96).


Perbedaan  nisbat  dalam  kata, melahirkan  perbedaan  makna (3)

Allah SWT menyatakan: "… lalu kami mengutus roh kami (Jibril As) kepadanya, maka kami menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna:. (Q.S. Maryam [19] : 17). Dia juga berfirman: "… maka kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) kami…". (Q.S. Al-Tahrim [66] : 12); yang meniupkan ruh adalah Jibril kemudian firmannya lagi: "Apabila kami telah selesai membacaknnya, maka ikutilah bacaannya itu". (Q.S. Al-Qiyamah[75] : 18). Pembaca Al Qur'an yang memperdengarkan bacaaannya kepada Nabi adalah Jibril,  bukan Allah langsung.
Sedangkan pada ayat lain, Allah SWT menyatakan: "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, tetapi Allah-lah yang membunuh mereka". (Q.S. Al-Anfal[8] : 17). Demikian pula lanjutan ayat tersebut menyebutkan: "Dan bukan kamu yang memlempar mereka, tetapi Allah-lah yang melempar mereka…". (Q.S. Al-Anfal [8] : 17). Dalam ayat tersebut Allah SWT menafikkan "membunuh" dan "melempar" dari mereka, dan menegaskan bahwa dia sendiri yang membunuh dan melempar. Tetapi, penafian tersebut bukan penafian fisik - karena secara lahiriah memang merekalah, kaum mukminin, yang membunuh dan melempar orang-orang kafir itu.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar